TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN ATAS IKLAN PRODUK KOSMETIK YANG MENYESATKAN

PUTRI UTAMI DIAN SAFITRI

Abstract

Business development of a product or service requires a means to inform a product so that consumers know the quality of the product so that they are interested in buying it. The means in question are advertisements or advertisements that have a function as part of a marketing strategy, so that every advertisement is always made in such a way that it can attract the attention of consumers because it has the potential to cause misleading advertisements by showing the efficacy of a product through excessive depiction using television media. resulting in an impressive display effect. The number of cosmetic advertisements currently circulating in the mass media, many of which are not objective, incomplete, and can be misleading. Misleading information on goods and services through advertisements not only has the potential to harm consumers materially but can even further endanger the health and life of consumers, as well as eliminate consumer confidence in the information submitted by business actors. Therefore, consumers have the right to seek legal protection against the delivery of such misleading advertisements.

Keywords

Consumer Legal Rotection, Misleading Advertising, Cosmetic.

Full Text:

PDF

References

Daftar Pustaka

Buku

Achmad Ali. 2000. Menguak Tabir Hukum. Jakarta: Gunung Agung.

Dedi Harianto. 2010. Perlindungan Hukum bagi Konsumen

terhadap Iklan yang Menyesatkan. Bogor: Ghalia Indonesia.

Elia Wuria Dewi. 2015. Hukum Perlindungan Konsumen. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Erman Rajaguguk. 2000. Pentingnya Hukum Perlindungan Konsumen dalam era

Pedagangan Bebas. Bandung: Mandar Maju.

Hans Kelsen. 2008. Pure Theory of Law, TerjemahRaisul Muttaqien. Teori Hukum Murni:

Dasar-Dasar Ilmu Hukum Normatif. Cetakan Keenam. 2008. Bandung: Penerbit Nusa Media.

Lili Rasidi dan I.B. Wyasa Putra. 1993. Hukum sebagai Suatu Sistem.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Retno Iswari Tranggono dan Fatma Latifah. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan

Kosmetik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Rosmawati. 2019. Pokok-Pokok Hukum Perlindungan Konsumen. Jakarta:

Prenadamedia Group.

Sekretariat ASEAN. 2018. Buku Pegangan tentang Hukum dan Peraturan Perundang-

Undangan Perlindungan Konsumen di ASEAN. Jakarta: Sekretariat ASEAN.

Shidarta. 2006. Hukum Perlindungan Konsumen. Jakarta : Grasindo.

Taufik H Simatupang. 2004. Aspek Hukum Periklanan Dalam Perspektif

Perlindungan Konsumen. Bandung: PT Cipta Aditya Bakti.

Tini Hadad. 2000. Hukum Perlindungan Konsumen. Bandung: CV.Mandar Maju.

Titik Triwulan dan Shinta Febrian. 2010. Perlindungan Hukum bagi Pasien. Jakarta:

Prestasi.

Yusuf Shofie. 2003. Potensi Pelanggaran dan Cara Menegakkan Hak Konsumen. Jakarta:

PIRAC.

Zumrotin K Susilo. 2003. Penyambung Lidah Konsumen. Jakarta: PT Penebar Swadaya.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-undang No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Undang-undang No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Undang-undang No 7 Tahun 1996 tentang Pangan.

Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Tentang Persyaratan Teknis KosmetikaNomor 19 Tahun 2015,

Karya Ilmiah

Harish Wien Saputra. 2018. Skripsi. Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Terhadap

Iklan Yang Menyesatkan (Studi Kasus pada Produk Kangen Water). Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia

Quri Orchid. 2017. Tesis. Tanggung Jawab Media Cetak Terhadap Penerbitan Iklan Yang

Menyesatkan Konsumen. Makassar: Universitas Hassanudin.

Putri Utami Dian Safitri. 2020. Skripsi: Analisis Yuridis Putusan Hakim yang Menolak

Wanprestasi (Studi Putusan Nomor 119/PDT.G/2015/PN.YYK). 2020. Jember:

Universitas Jember.

Jurnal

Ana Suheri. 2018. “Wujud Keadilan Dalam Masyarakat Ditinjau Dari Perspektif Hukum

Nasional”, Jurnal Morality, Volume 4 Nomor 1, hlm 65.

Anthon Fathanudien. 2015. “Pertanggungjawaban Terhadap Konsumen Atas Iklan-

Iklan Yang Menyesatkan Di Era Globalisasi”, Jurnal Unifikasi, ISSN 2354-5976 Vol. 2 No. 2, hlm 43-44.

Ashadi L. Diab. 2014. “Peranan Hukum Sebagai Social Control, Social Engineering dan

Social Welfare”, Jurnal Al-‘Adl, Vol. 7 No. 2. hlm 58.

Dedi Harianto. 2008. Standar Penentuan Informasi Iklan Menyesatkan. Jurnal Equality,

Vol. 13 No. 1, hlm 43.

E.Z. Leasa. 2010. “Penerapan Sanksi Pidana dan Sanksi Tindakan dalam Kebijakan

Legislasi”, Jurnal Sasi Vol. 16 No. 4, hlm 53.

Hilda Hilmiah Dimyati. 2014. “Perlindungan Hukum Bagi Investor Dalam Pasar

Modal", Jurnal Cita Hukum, Vol. 2, No. 2, hlm 342- 343.

M. Tjoanda. 2010. “Wujud Ganti Rugi Menurut Kitab Undang-Undang Hukum

Perdata”, Jurnal Sasi Vol. 16 No. 4, hlm 44.

Tulus Siambaton dan Yosua Lorenzo Tarigan. 2020. “Bentuk Perlindungan Hukum

Terhadap Konsumen Akibat Iklan Yang Menyesatkan Pada Media Cetak”, Jurnal

Visi Ilmu Sosial dan Humaniora (VISH), Volume: 01, No 02, hlm 35-38.

Internet

Dina Herlina. Iklan Menyesatkan. Khalayak Tak Banyak Paham. 2018. Jakarta: Line today New. Diakses Jumat, 21 September 2021.

Kementerian Perindustrian, Indonesia Lahan Subur Industri Kosmetik,

http://kemenperin.go.id/artikel/5897/Indonesia-Lahan-Subur-Industri-Kosmetik, diakses pada 8 September 202133.