KAJIAN YURIDIS ATAS KEMENANGAN MEREK LOKAL SERUPA TERHADAP MEREK TERKENAL INTERNASIONAL DALAM KAITANNYA DENGAN PARIS CONVENTION DAN TRIPS SERTA NICE AGREEMENT

Denny Felano

Abstract

Abstract

Indonesia as a country that has ratified the Paris Convention and TRIPs is obliged to protect well-known marks, this is regulated in Article 6 bis of the Paris Convention and Article 16 of TRIPs, especially before the well-known mark has been registered in Indonesia. Various kinds of efforts in piggybacking, imitating or plagiarizing another party's brand fame for the sake of their business which results in harm to other parties are contrary to the spirit and provisions stipulated in the Trademark Law in Indonesia, both Law no. 15 of 2001 (Old Trademark Law) as well as Law no. 20 of 2016 (Trademark Law) and the Paris Convention and TRIPs. Efforts that are contrary to the legal provisions of a trademark cannot be justified, although it is done by registering trademark registration at the Directorate General of Intellectual Property Rights of the Ministry of Law and Human Rights (Ditjen HKI) whether it is carried out in the same class or in a different class, which is related to the details of the class of goods and/or services on a Indonesian brands are still guided by the Nice Agreement, even though they have not ratified it. This article will discuss in detail the protection of well-known marks by juridically examining the victory of similar local brands against international well-known brands from the point of view of the Paris Convention and TRIPs and the Nice Agreement, which will also be analyzed in the provisions of the Trademark Law in Indonesia, both the provisions regulated in Old Trademark Law and Trademark Law by conducting a case study on the ikea vs ikea brand dispute.

Keywords: protection of well-known brands, victory of similar local brands, international famous brands, ikea vs IKEA.

 

Abstrak

Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi Konvensi Paris dan TRIPs wajib untuk melindungi merek terkenal, hal ini diatur didalam Pasal 6 bis Konvensi Paris dan Pasal 16 TRIPs, apalagi sebelumnya merek terkenal tersebut sudah terdaftar di Indonesia. Berbagai macam upaya dalam membonceng, meniru atau menjiplak suaty ketenaran merek pihak lain demi kepentingan usahanya yang berakibat kerugian pada pihak lain merupakan hal yang bertentangan dengan semangat dan ketentuan yang diatur dalam UU Merek di Indonesia, baik UU No. 15 Tahun 2001 (UU Merek Lama) maupun UU No. 20 Tahun 2016 (UU Merek) dan Konvensi Paris serta TRIPs. Upaya – upaya yang bertentangan dengan ketentuan hukum atas suatu merek tidak dapat dibenarkan, walaupun dilakukan dengan cara mendaftarkan pendaftaran merek di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjen HKI) baik dilakukan pada suatu kelas yang sama ataupun pada suatu kelas yang berbeda, dimana terkait dengan perincian atas kelas barang dan/atau jasa atas suatu merek Indonesia tetap berpedoman pada Nice Agreement, walaupun belum meratifikasinya. Artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai perlindungan atas merek terkenal dengan mengkaji secara yuridis atas kemenangan merek lokal serupa terhadap merek terkenal internasional dari sudut pandang Konvensi Paris dan TRIPs serta Nice Agreement, dimana akan dianalisa juga dalam ketentuan UU Merek di Indonesia baik ketentuan yang diatur dalam UU Merek Lama dan UU Merek dengan melakukan studi kasus sengketa merek ikea vs IKEA.

Kata Kunci : perlindungan merek terkenal, kemenangan merek lokal serupa, merek terkenal internasional, ikea vs IKEA.

Keywords

law, trademark, well known, ikea vs IKEA, Paris Convention, TRIPs, Nice Agreement

Full Text:

PDF

References

Buku – Buku

Tommy Hendra Purwaka, SH, LLM, PhD, Novianti, SH, MH, Trias Palupi Kurnianingrum, SH, MH, Sulasi Rongiyati, SH, MH, Puteri Hikmawati, SH, MH, Perlindungan Merek, Pusat Penelitian Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Jakarta:2017, Yayasan Pustaka Obor Indonesia).

Burhan Asofa, Metode Penelitian Hukum (Jakarta:Rineka Cipta, 2001).

Prof. Dr. Agus Sardjono, S.H., M.H., Riset Hukum Sebuah Novel Tentang Metode Penelitian Hukum, (Depok:RajaGrafindo Persada, 2019).

Artikel Jurnal

Laina Rafianti, Muhammad Amirulloh, Artikel Ilmiah, Perlindungan Merek Terkenal Di Indonesia Berdasarkan Ketentuan Hukum Internasional Dibandingkan Dengan Trademark Delution Revision Act Of 2006 Amerika Serikat, Pustaka Unpad, 2015.

A.Zen Umar Purba, Trips dan Negara – Negara Berkembang, Indonesian Journal of Internasional Law, Volume 1 Nomor 2 Januari 2004.

Nur Febry Rahmadhiani dan Catharina Ria Budiningsih, Analisis Hukum Penghapusan Merek IKEA, Jurnal Hukum Universitas Parahyangan.

Ridwan Khairandy, Perlindungan Hukum Merek Terkenal di Indonesia, Jurnal Hukum No. 12 Vol 6. 1999.

Ida Ayu Windhari Kusuma Pratiwi, Pelanggaran Merek Terkenal Dan Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Hak Dalam Perspektif Paris Convention, Trips Agreement Dan UU Merek Indonesia, Jurnal Magister Hukum Udayana, Vol. 7 No. 3 2014.

Novianti, Implikasi Aksesi Protokol Madrid Bagi Indonesia, Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, Jurnal Negara Hukum, Vol. 7, No. 2, November 2016.

Peraturan Perundang - Undangan

UU No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek (UU Merek Lama).

UU No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU Merek).

Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 Tentang Pendaftaran merek.

Konvensi Internasional

The Paris Convention for The Protection of Industrial Property (Konvensi Paris).

Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs).

Nice Agreement concerning the Internastional Classification of Goods and Services for the Purposes of the Registration of Marks.

Putusan Pengadilan dan Mahkamah Agung

Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat No.99/PDT.SUS-MEREK/2013/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Putusan Mahkamah Agung No.264 K/Pdt.Sus-HKI/2015.

Sumber Internet

Abi Jam’an Kurnia, S.H. “Pendaftaran Merek Yang Sama Dengan Merek Terkenal Untuk Kelas Barang Yang Berbeda”. Hukum Online.Com. 7 Juni 2018. Diakses tanggal 19 Mei 2021. https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt5a4a1655f16a2/pendaftaran-merek-yang-sama-dengan-merek-terkenal-untuk-kelas-barang-yang-berbeda/.

Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. “Sistem Klasifikasi Merek”. Copyright 2014. Diakses tanggal 17 dan 15 Mei 2021. http://skm.dgip.go.id/index.php/skm/detailkelas/20.

Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. “Sistem Klasifikasi Merek”. Copyright 2014. Diakses tanggal 17 dan 15 Mei 2021. http://skm.dgip.go.id/index.php/skm/detailkelas/21.

Dimas Adi Pramono, Parulian Paidi Aritonang, Perlindungan Merek Pengusaha Lokal Yang Memiliki Kemiripan Dengan Merek Terkenal Asing Untuk Barang Tidak Sejenis Studi Kasus Merek Ikea Melawan IKEMA. Lib UI. 2014. Diakses tanggal 24 dan 25 Mei 2021. http://www.lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-05/S57629-Dimas%20Adi%20Pramono.

BPHN. Naskah Akademik RUU Tentang Merek. September 2012. Diakses pada tanggal 24 Mei 2021. https://bphn.go.id/data/documents/na_ruu_tentang_merek.pdf.

Kantor Wilayah DKI Jakarta, Kementrian Hukum Dan HAM Republik Indonesia. Copyright 2021. Diakses tanggal 25 Mei 2021. https://jakarta.kemenkumham.go.id/alur-prosedur-pelayanan-2/alur-proses-permohonan-pendaftaran-merek-berdasarkan-uu-no-20-tahun-2016.