PENENTUAN SANKSI PIDANA DALAM SUATU UNDANG-UNDANG

Suhariyono AR

Abstract

Criminal sanction as a suffering or pain (for the criminals) must be carefully
considered by the lawmakers to fix or determine a kind and the quantity of
sentence in a bill, especially for criminalization concerning maladministration
or civil action. Actually, up to now, there is no completely guideline for the
criminalization, however the lawmakers should consider realistically and
proportionally in determining the asking of criminal policy, whether it is
retaliation or construction. The sanction measures should compare to another
bills or the bills in another countries. So, a fairness value is not only belongs
to the judges, but also belongs to the lawmakers (legislators).

Keywords

criminal sanction; maladministration or civil action; guide-line for the criminalization

Full Text:

PDF

References

Arief, Barda Nawawi, Masalah Pemidanaan Sehubungan dengan

Perkembangan Kriminalitas dan Perkembangan Delik delik

Khusus dalam Masyarakat Modern, BPHN Dep.

Kehakiman, 1980.

———, Pemidanaan, Masalah-masalah Hukum, Nomor 16, FH

Undip Semarang, 1974.

———, Masalah Pemidanaan sehubungan dengan Perkembangan

Kriminalitas dan Perkembangan Delik-delik khusus dalam

Masyarakat Modern, BPHN, Departemen Kehakiman,

Jakarta, 1980.

———, Bunga Rampai, Kehijakan Hukum Pidana, PT Citra Aditya

Bakti, Bandung, 2002.

———, Kapita Selekta Hukum Pidana, PT Citra Aditya Bakti,

Bandung, 2003.

———, RUU KUHP Baru, sebuah Restrukturisasi/Rekonstruksi

Sistem Hukum Pidana Indonesia, Penerbit Program

Magister Ilmu Hukum Pancasarjana Undip, 2007.

———, Kebijakan Hukum Pidana, Bunga Rampai, Perkembangan

Penyusunan Konsep KUHP Baru, Kencana Prenada Media

Grup, Jakarta, 2008.

Bemmelen, J.M. van, Ons Strafrecht 2, het penitentiaire recht,

vierde herziene, H.D. Tjeenk Willink Alphen aan den

Rijn, 1980 (Hukum Pidana 2 – Hukum Penitentier, Alih

Bahasa Hasnan, Binacipta, Bandung, 1991).

———, Hukum Pidana I, Hukum Pidana Materiel Bagian Umum,

Penerjemah Hasnan, Bina Cipta, 1984.

Duff, Antony Restoration and Retribution, Studies in Penal Theory

and Penal Ethics dalam kumpulan karangan “Restorative Justice & Criminal Justice: Competing or Reconcilable

Paradigms, Hart Publishing, Oxford, 2002.

Antony and David Garland, A Reader on Punishment, Oxford

University Press, New York, 1994.

Hamzah, Andi, Delik delik Tersebar di Luar KUHP dengan

Komentar, Jakarta: Pradnya Paramita, 1988 ,KUHP dan

KUHAP, Jakarta: Rineka Cipta, 1990.

———, Sistem Pidana dan Pemidanaan Indonesia, PT Pradnya

Paramita, Jakarta, 1993.

———, Pemberantasan Korupsi melalui Hukum Pidana Nasional dan

Internasional, RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2005

Lamintang, P.A.F., Hukum Penitensier Indonesia, Armico

Bandung, Edisi Pertama, Tahun 1985.

———, Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia, Sinar Baru, Bandung,

Muladi, Lembaga Pidana Bersyarat, Alumni, Bandung, 1992.

Packer, Herbert L. The Limit of The Criminal Sanction, California,

Stanford University Press, 1968.

Prodjodikoro, Wiryono, Azaz-azas Hukum Perdata, Bale Bandung

“Sumur Bandung”, Bandung, 1990.

———,Tindak-tindak Pidana Tertentu di Indonesia, Eresco, Jakarta

– Bandung, 1980.

Remmelink, Jan, Hukum Pidana – Komentar atas Pasal-pasal

Terpenting dari KUHP Belanda dan Pidananya dalam KUHP

Indonesia, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2003.

Soesilo, R., Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Komentar-

Komentarnya Lengkap Pasal demi Pasal, Penerbit Politea,

Bogor.

Sudarto, Hukum dan Hukum Pidana, Bandung : Alumni 1981,

Kapita Selekta Hukum Pidana, Bandung : Alumni Cetakan

ke-2, 1986, Pemidanaan, Pidana dan Tindakan, dalam

Seminar Perkembangan Delik-delik Khusus dalam

Masyarakat yang Mengalami Modernisasi, BPHN,

Binacipta, 1980.

Suringa, D. Hazewinkel –, Inleiding tot De Studie van Het

Nederlandse Strafrecht, H.D. Tjeenk Willink B.V.

Groningen, 1975.

Kamus, mengunduh, dan undang-undang.

Osborn’s Concise Law Dictionary, Edited by Leslie Rutherford

and Sheila Bone, Eighth Edition, Sweet & Maxwel,

London, 1993.

Schur, Edwin M., Crime Without Victims: Deviant Behavior and

Public Policy, Prentice Hall, Inc. Englewood Cliffs, NJ,

www.questia.com.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan, Balai Pustaka, Edisi Kedua, 1993.

Barnet, Randy, The Justice of Restitution, American Journal of

Jurisprudence (diambil dari www. randybarnet.com/

amer 117.htm).

Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan,

Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, versi

–2005.

Crime Without Victims, www.speedylook.com.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan

Peraturan Perundang-undangan dan peraturan

pelaksanaannya.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang

Penanggulangan Bencana.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika.

Keterangan Pemerintah yang disertakan pada RUU KUHP yang

diserahkan kepada Presiden. Keterangan pemerintah

merupakan rangkuman dari Penjelasan Umum RUU

KUHP.