PERLINDUNGAN TRANSAKSI ELECTRONIC COMMERCE MELALUI LEMBAGA ASURANSI

Elisatris Gultom

Abstract

Era Globalisasi yang ditandai dengan meningkatnya perkembangan
teknologi komunikasi dan informasi, telah memberikan pengaruh positif
pada seluruh aktivitas manusia, tidak terkecuali di sektor
perekonomian. Salah satu pengaruh teknologi komunikasi dan
informasi di sektor perekonomian adalah mulai dipergunakannya
electronic commerce. Sekalipun banyak keuntungan yang diperoleh
melalui electronic commerce, khususnya ditinjau dari aspek jarak, dan
waktu, namun tidak berarti e. commerce bebas dari terjadinya risikorisiko yang dapat merugikan para pihak, utamanya pihak konsumen,
sehingga diperlukan adanya suatu sistem keamanan yang baik. Sistem
pengamanan transaksi yang banyak dipakai adalah teknologi
kriptografi (cryptography) dan Secure Electronic Transction (SET).
Namun sistem keamanan ini pun tidak luput dari kelemahan, karena
masih dimungkinkan seseorang menembus sistem tersebut. Jika pihakpihak dalam e-commerce bermaksud mengurangi risiko akibat
masuknya pihak lain ke dalam sistem jaringan keamanan, mereka harus
mencari cara untuk mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perjanjian asuransi dapat digunakan untuk mengurangi risiko yang
dapat terjadi akibat masuknya pihak lain ke dalam sistem keamanan e.
commerce, sepanjang perjanjian tersebut tidak menyalahi prinsipprinsip asuransi sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang
Hukum Dagang. Mengingat perjanjian asuransi yang dibuat termasuk
golongan asuransi kerugian maka pembuktiannya dapat mengacu
kepada ketentuan Pasal 257 dan 258 Kitab Undang-Undang Hukum
dagang.

Full Text:

PDF

References

Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian.