KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT): PERSOALAN PRIVAT YANG JADI PERSOALAN PUBLIK

Yeni Huriyani

Abstract

Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
(UU- PKDRT) Nomor 23 Tahun 2004 membuat jengah sebagian orang, karena
dianggap menyeret persoalan privat ke ranah publik. Tidak dapat dimungkiri,
bahwa masalah domestic violence bagi sebagian masyarakat kita masih
dipandang sebagai “tabu” internal keluarga, yang karenanya tidak layak
diungkap ke muka umum. Maka tidak heran, meski Undang-Undang ini sudah
berlaku lebih dari tiga tahun, kasus yang secara resmi ditangani masih bisa
dihitung jari. Terlepas dari perdebatan yang melingkupinya, Undang-Undang
ini diharapkan menjadi alat yang mampu menghentikan budaya kekerasan
yang ada di masyarakat, justru dari akar agen pengubah kebudayaan, yaitu
keluarga. Perempuan sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga,
diharapkan mampu mengembangkan nilai-nilai kasih sayang, kesetaraan dan
kesederajatan, keperdulian satu sama lain, sehingga mampu menyingkirkan
pola-pola tindakan agresif dari anak-anak dan remaja. Karena pada saatnya,
tradisi kekerasan yang diwarisi dari pola pengasuhan dalam keluarga ini,
akan berhadapan dengan persoalan hukum negara jika tetap dipelihara.

Full Text:

PDF

References

Allgeier, Elizabeth Rice dan Albert Richard Allgeier. 1991. Sexual Interaction.

Third Edition. Toronto: DC Health and Company.

Arivia, Gadis. Perempuan Sebagai Pemelihara Perdamaian. Dalam Jurnal

Perempuan vol. 26 th 2002.

Budiman, Arief,1981. Pembagian Kerja Secara Seksual: Sebuah

Pembahasan Sosiologis Tentang Peran Wanita Di Dalam

Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Foucault, Michel. 1997. Seks dan Kekuasaan: Sejarah Seksualitas. Rahayu

S. Hidayat (Penerj.) Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hakimi, Mohammad. et. All. Membisu Demi Harmoni “Kekerasan

Terhadap Istri dan Kesehatan Perempuan di Jawa Tengah,

Indonesia”. 2001. LPKGM-FK-UGM. Yogyakarta.

Humm, Maggie,1990. Dictionary of Feminist Theory. Ohio: Ohio State

University Press.

Kramarae dan Treichler. 1991. Feminist Dictionary. Boston: The University

of Illinois Press.

Luhulima, Achie ed. 2000. Pemahaman Bentuk-bentuk Tindak Kekerasan

Terhadap Perempuan dan Alternatif Pemecahannya. Jakarta:

Kelompok Kerja “Convention Wacth” Pusat Kajian Wanita dan Jender

Universitas Indonesia.

Mas’udi, Masdar F,1997. Islam Dan Hak-Hak Reproduksi Perempuan.

Bandung: Mizan.

Poerwandari, Kristi. 2006. Penguatan Psikologis untuk Menanggulangi

Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Kekerasan Seksual. Jakarta:

Program Kajian Wanita – PPs-UI.

Poerwandari, Kristi E dan Rahayu Surtiati Hidayat (ed.),2000. 10 Tahun

Program Studi Kajian Wanita:Perempuan Indonesia Dalam

Masyarakat Yang Tengah Berubah, Jakarta: Ford Foundation,

EHWA, Womens University Seoul Korea, Program Studi Kajian Wanita

UI.

Venny, Adriana. Penguasa dan Politik Tubuh. Dalam Jurnal Perempuan edisi