Penguatan Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia Melalui Teori Legal Maxim

safriadi safri yadi

Abstract

Abstract

Legislation needs to be strengthened and updated in order to always be in line with current conditions developing in society. One instrument to strengthen it is through the application of legal maxim theory. This research uses a philosophical and juridical approach, with literature study and content analysis. The conclusion is that the drafting of legislative regulations, both within the scope of amendments and formulating new regulations, is based on and based on the principle of legal maxim (rules of jurisprudence). The existence of legal maxims (rules of jurisprudence) is to strengthen laws and regulations through philosophical aspects. Legislative drafters' mastery of legal maxims is absolutely necessary to strengthen the resulting legal products.

Key words: Legal Maxim, Legislation

 

Abstrak

Peraturan perundang-undangan perlu dilakukan penguatan dan pembaharuan guna senantiasa sesuai dengan kondisi kekinian yang berkembang dalam masyarakat. Salah satu instrument untuk menguatkannay adalah melalui penerapan teori legal maxim. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis dan yuridis, dengan studi pustaka dan analisis conten. Kesimpulannya bahwa perancangan peraturan perundang-undangan baik dalam ruang lingkup amandemen maupun merumuskan peraturan yang baru didasari dan dilandasi atas asas legal maxim (kaidah fikih). Keberadaan legal maxim (kaidah fikih) ini guna menguatkan peraturan perundang-undangan lewat sisi aspek filosofis. Penguasan para perancang perundang-undangan terhadap legal maxim mutlak diperlukan guna penguatan dari produk Undang-undang yang dihasilkan.

Key word: Legal Maxim, Peraturan perundang-undangan

Keywords

Key words: Legal Maxim, Legislation

Full Text:

PDF PDF

References

DAFTAR PUSTAKA

A. Djazuli. “Amanademen UU.” 2017.

Abbas Arfan. “Peran Kaidah-Kaidah Fikih Dalam Pengembangan Pemikiran Hukum Islam Kontemporer.” Proceedings of the 16th Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS ), 2016.

Al-jawziyah, Ibn Qayyim. I’la̅m Al-Muwaqqi’īn ‘an Rabb Al-‘Alamīn. Beirut: Dar al-Fikr, n.d.

Annadwi, ALi Ahmad. Al-Qawâ’id Al-Fiqhiyyah: Mafhûmuhâ, Nasy’atuhâ, Tatawwuruhâ. Damaskus: Dar Al-Kalam, 1994.

Aziz, H M. “Beberapa Catatan Tentang Lahir Dan Kinerja Mahkamah Konstitusi Dalam Sistem Kekuasaan Kehakiman Indonesia.” Jurnal Legislasi Indonesia 6, no. 3 (2009): 13–62. http://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/view/327.

Azizah, Y. “ISLAMIC AND AMERICAN CONSTITUTIONAL LAW : BORROWING POSSIBILITIES OR A HISTORY OF BORROWING ?,” n.d.

Cik Hasan Bisri. Model Penelitian Fiqh, Paradigma Penelitian Fiqh Dan Fiqh Penelitian. 1st ed. jakarta: Prenada Media, 2003.

Duski Ibrahim. AL-QAWA ` ID AL-FIQHIYAH AL-QAWA ` ID AL-FIQHIYAH, n.d.

Firmansyah, Dkk. “ALASAN DILAKUKANNYA 4 KALI AMANDEMEN UUD 1945TUJUAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN” 1, no. 1 (2021): 1–11.

Hasanuddin, Tim Peneliti Universitas. “Hasil Penelitian, Esensi Dan Urgensitas Peraturan Daerah Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah, Kerjasama Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Dan Universitas Hasanuddin.” Makasar, 2019.

Hsb, Ali Marwan. “Kegentingan Yang Memaksa Dalam Pembentukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ( Compelling Circumstances of the Enactment Government Regulation in Lieu of Law).” Jurnal LEGISLASI INDONESIA Vol. 14 N0 (2017): 114.

Manan, Bagir. Dasar-Dasar Perundang-Undangan Indonesia. Jakarta: In-Hill.Co, 1992.

Muṣṭafa Husni al-Siba’i. Al-Mar’ah Bayn Al-Fiqh Wa Al-Qānūn: Dirasat Syar’iyah Wa Qānūniyah Wa Ijtima’iyah,. Damsyiq: Maktabah al-Arabiyah, 1969.

Novia, Aidil. “Kontribusi Fiqh Legal Maxim Dalam Fatwa-Fatwa Ekonomi Syariah Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).” Tsaqafah 12, no. 1 (2016): 79. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v12i1.369.

Putera, Attamimi dalam Hamzah Halim dan Kemal Redindo Syahrul. Cara Praktis Menyusun Dan Merancang Peraturan Daerah (Suatu Kajian Teoritis Dan Praktis Diserati Manual) Konsepsi Teoritis Menuju Artikulasi Empiris. Edited by Kencana. jakarta, 2009.

Riyanto, Astim. “Teknik Perancangan Peraturan Perundang-Undangan.” 2019.

Riyanto, Slamet, and Zen Zanibar. “Bhinneka Tunggal Ika : Nilai Dan Formulasinya Dalam Peraturan.” Jurnal Legislasi Indonesia 20, no. 2 (2023): 1–13.

Safriadi, Safriadi. “ISTIQRĀ’ DAN PENERAPANNYA TERHADAP AL-QAWĀ`ID AL-FIQHIYYAH.” Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan 5, no. 2 (2019). https://doi.org/10.29300/mzn.v5i2.1439.

———. “Kontribusi Ibn ‘Āsyūr Dalam Kajian Maqāsid Al-Syarī’Ah.” Jurnal Ilmiah Islam Futura 15, no. 2 (2016): 285. https://doi.org/10.22373/jiif.v15i2.546.

Seff, Syaugi Mubarak. “PROGRESIVITAS HUKUM DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL (Kajian Terhadap Penerapan Qawâ’id Al Fiqhiyyah (Methods of Jurisprudence) Dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional).” Proceedings International Conference On Islamic Economics and Business Strengthening Islamic Economics in Facing AEC November 2-3, 2015, 2015, 1–16.

Soerjono Soekanto dan Purnadi Purbacaraka. Perihal Kaidah Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1993.

Takhim, Muhamad. “Saddu Al-Dzari’ah Dalam Muamalah Islam.” AKSES: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis 14, no. 1 (2020): 19–25. https://doi.org/10.31942/akses.v14i1.3264.

Taufiki, Muhammad, Universitas Islam, and Negeri Syarif. “The Use of Maxims ( Al- Qawā ʿ Id Al-U ṣ Ūliyyah Wa Al-Fiqhiyyah ) in Legal Argumentation of Sharia Economic Court Decisions in Indonesia Rokani Darsyah Email : Roka.Darsyah@gmail.Com Mahmud Ridha Abstract : Keywords : Abstrak : Kata Kunci :” 17, no. 1 (2022): 165–88. http://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/alihkam/article/view/6070/3038.

Widodo Ekatjahjana. Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Dasar-Dasar Dan Teknik Penyusunannya. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2008.