POLITIK HUKUM PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG TENTANG PEMEKARAN DAERAH PROVINSI DI PAPUA

Muhammad Addi Fauzani

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dibentuknya 4 undang-undang tentang pemekaran provinsi di Papua pada tahun 2022. Sayangnya, tujuan pemekaran daerah tidak selalu sesuai dengan tujuan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk: pertama, menganalisis politik hukum pembentukan undang-undang tentang pemekaran provinsi di Papua pada tahun 2022. Kedua, merumuskan ketentuan pemekaran daerah yang sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menyimpulkan: pertama, politik hukum menunjukkan: a) keinginan untuk peningkatan kesejahteraan, pemerataan pembangunan dan pelayanan publik; b) kecenderungan untuk homogenitas, kesamaan etnis dan wilayah adat yang sebelumnya terbagi ke dalam 7 wilayah adat menjadi 6 Provinsi; c) terdapat alokasi fiskal bagi daerah otonomi baru; dan d) terdapat jabatan yang harus diisi. Konstelasi politik tergolong dalam legalisme otokrasi, di satu sisi dikhawatirkan akan berakibat pada kegagalan pemekaran daerah, di sisi lain akan cocok apabila dihadapkan dengan Pemerintah Daerah yang kompleks atau bermasalah, sehingga memungkinkan Pemerintah Pusat yang lebih berperan. Kedua, rumusan ketentuan pemekaran daerah yang sesuai dengan UUD NRI 1945 yakni dengan mempertimbangkan prinsip desentralisasi asimetris; prinsip partisipasi publik, dan akselerasi pembangunan dan kesejahteraan rakyat melalui penerapan proper governance serta sistem evaluasi.

 

Keywords

Politik Hukum; Pemekaran Daerah; Papua; UUD NRI 1945

Full Text:

PDF

References

Buku

Badan Pembinaan Hukum Nasional. 2020. Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Fauzani, Muhammad Addi. 2020. Urgensi Penataan Ulang Konsep Desentralisasi Asimetris dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, Yogyakarta: Tesis Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Ferrazzi, Gabrielle. 2007. International Experiences in Territorial Reform-Implications for Indonesia. Jakarta: USAID-DRSP.

Huda, Ni’matul. 2007. Lembaga Negara dalam Masa Transisi Demokrasi. Yogyakarta: UII Press.

Huda, Ni’matul. 2012. Otonomi Daerah: Filosofi, Sejarah Perkembangan dan Problematika. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

M.D., Moh. Mahfud. 2010. Membangun Politik Hukum, Menegakkan Konstitusi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Nurhidayat, Syarif. 2020. Proper Governance: Revitalisasi Konsep Good Governance untuk Pembangunan Inklusif Berdaya Saing, dalam Penyunting Carunia Mulya Firdausy dkk, Fundamen Konsep Pembangunan Inklusif yang Berdaya Saing. Jakarta: Yayasan Obor.

Mahkamah Konstitusi RI. 2010. Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Latar Belakang, Proses, dan Hasil Pembahasan 1999-2002. Buku IV Jilid 2 Kekuasaan Pemerintahan Negara. Edisi Revisi. Jakarta: Sekretariat Jendral dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Manan, Bagir. 1993. Perjalanan Historis Pasal 18 UUD 1945, Perumusan dan Undang-Undang Pelaksanaannya. Jakarta: UNISKA.

Marzuki, Peter Mahmud. 2012. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mochtar, Zainal Arifin. 2006. Lembaga Independen. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Ratnwati, Tri. 2009. Pemekaran Daerah: Politik Lokal Isu Terseleksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sanggono, Bambang. 2002. Metodologi Penelitian Hukum. Suatu Pengantar, Ctk. Keempat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Santoso, Lukman. 2015. Hukum Pemerintahan Daerah: Mengurai Problematika Pemekaran Daerah Pasca Reformasi di Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Shah, Anwar dan Theresa Thompson. 2004. Implementing Decentralized Local Governance: A Treacherous Road With Potholes, Detours, and Road Closure. World Bank.

Siswanto, Sunarno. 2006. Hukum Pemerintahan Daerah di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Suratman dan Philips Dillah. 2015. Metode Penelitian Hukum. Ctk. Ketiga. Bandung: AlfaBeta.

Tarigan, Robinson. 2010. Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.

United Nations High Commissioner for Human Rights. 2007. Good Governance Practices for The Protection of Human Rights. New York-Geneva.

Wintgens, Luc J. 2012. Legisprudence: Practical Reason in Legislation. London: Ashgate Publishing Limited.

Jurnal, Artikel, Makalah

Andik Wahyun Muqoyyidin. 2013. Pemekaran Wilayah dan Otonomi Daerah Pasca Reformasi di Indonesia: Konsep, Fakta Empiris dan Rekomendasi ke Depan. Jurnal Konstitusi, Vol. 10, No. 2, Juni.

Ayeko-Kummeth, Jane. 2014. Districts Creation and Its Impact on Local Government in Uganda, African Journal of Political Science and International Relations, Vol. 8 (3).

Barlow Max dkk. 1998. Globalisation and New Regions: Government and Public Administration Aspect. Geo Jurnal, Vol. 45. No. ½.

Hugo Warami. 2019. Pemetaan Wilayah Adat: Identifikasi dan Registrasi Wilayah Adat Suku di Papua Barat, Makalah Disampaikan pada Kegiatan pemetaan Wilayah Adat menurut Suku oleh Biro Administrasi Pelaksanaan Otsus, Papua, 18 Desember.

Ibnu Sina Chandranegara. 2021. Pengadopsian Mekanisme Fast Track Legislation dalam Pengusulan Rancangan oleh Presiden. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Volume 21, Nomor 1, Maret.

Jan H. Pierskalla. 2016. Splitting the Difference? The Politic of District Creation in Indonesia. Comparative Politics Journal.

Javier Corrales. 2015. Autocratic Legalism In Venezuela. Journal of Democracy, Vol. 26, No. 2.

Kim Lane Scheppele. 2015. Autocratic Legalism. The University of Chicago Law Review, (85).

M.S. Grindle. 2004. Good Enough Governance: Poverty reduction and Reform in Developing Countries. Governance: An International Journal of Policy, Administration, and Institutions, Vol. 17, No. 4, Oktober.

Muhammad Addi Fauzani, Dian Kus Pratiwi, dan Ahmad Ilham Wibowo. 2022. Legalitas dan Praktek Pembentukan Undang-Undang secara Cepat di Indonesia (Studi terhadap Pembentukan Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi dan Undang-Undang Mahkamah Konstitusi. Jurnal Legislasi Indonesia, Vol. 19, No. 4.

Raksaka Mahi. 2016. Indonesian Decentralization: Evaluation, Recent Movement and Future Perspectives. Journal of Indonesian Economy and Business, Vol. 31 No. 1.

Rini Maisari. 2022. Penerapan Asas Partisipasi Publik dalam Pembentukan Daerah Otonomi Daerah Baru di Papua. Jurnal At-Tanwir Law Review, Vol. 2, No. 1 Tahun.

RSP-USAID. 2006. Stock Taking On Indonesia’s Recent Decentralization Reforms, DRSP-USAID, Jakarta.

Susi Dwi Harijanti. 2023. Negara Hukum yang Demokratis, di Persimpangan Jalan: Catatan terhadap Pembentukan Undang-Undang dan Mahkamah Konstitusi, Makalah Webinar Ekspos Riset “Constitutional Outlook Backward and Forward, PSHK FH UII.

Susi Dwi Harijant. 2021. MK dan Keadilan Prosedural dalam Pembentukan Undang-Undang, dalam Prosiding Eksaminasi Publik, “KPK Pasca Putusan MK Nomor 70/PUU-XVII/2019”, diselenggarakan oleh Pusat Studi Hukum FH UII, Yogyakarta, Juli.

Susi Dwi Harijanti. 2020. Keterangan Ahli dalam Pengujian UU 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, 18 November 2020, Perkara Nomor 59/PUU-XVIII/2020, Nomor 60/PUU-XVIII/2020, dan Nomor 64/PUU-XVIII/2020.

Tassem Simachew Belay and Hatamu Simachew Belay. 2019. The Procedure for the Creation of New Regional States under the FDRE Constitution. Mizan Law Review, Vol. 13, No. 1.

Tulia G Falleti. 2005. “ A Sequential Theory of Decentralization: Latin America Cases in Comparative Prespective””, Jurnal American Political Science Review, Vol. 99. No. 3 Tahun.

Tri Ratnawati. 2010. Satu Dasawarsa Pemekaran Daerah Era Reformasi: Kegagalan Otonomi Daerah?, Jurnal Ilmu Politik, Edisi 21.

Victor Goldfeld. 2004. Legislative Due Process and Simple Interest Group Politics: Ensuring Minimal Deliberation Through Judicial Review of Congressional Processes. New York University Law Review, Vol. 79.

Peraturan Perundang-undangan

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 81/PUU/-VIII/2010

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 31/PUU-XIV/2016

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020

.Internet

https://e-database.kemendagri.go.id/organisation/show/5 , https://nasional.tempo.co/read/1608931/inilah-daftar-provinsi-baru-yang-terbentuk-pasca-reformasi

https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/41824/t/DPR+Sahkan+UU+Provinsi+Papua+Barat+Daya%2C+Puan%3A+Kini+Indonesia+Punya+38+Provinsi https://regional.kompas.com/read/2022/08/04/074200778/mengenal-5-wilayah-adat-di-papua-yang-menjadi-dasar-pemekaran-wilayah?page=all

https://www.kompas.id/baca/opini/2022/07/23/papua-dalam-pusaran-pemekaran pada 23 Februari 2023

https://www.academia.edu/44013307/MENJAGA_DEMOKRASI_PEMBENTUKAN_UU

https://www.bbc.com/indonesia/articles/c251ev97n5po