Reformasi Regulasi Melalui UU Cipta Kerja Sebagai Landasan Sinergitas Nasional Dalam Upaya Mengantisipasi Resesi Global

Handoyo Prasetyo

Abstract

Resesi ekonomi global diproyeksikan oleh banyak ekonom akan terjadi pada tahun 2023 dan berdampak pada pelemahan ekonomi Indoensia. Pemerintah Indonesia juga dihadapkan pada kondisi kualitas dan kuantitas regulasi saat ini yang berpotensi saling tumpang tindih, disharmoni, dan menimbulkan konflik, karena sangat ego sektoral dan ego kedaerahan. Tantangan lain adalah adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor  91/PUU-XVIII/2020, menyatakan bahwa UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat dan harus diperbaiki dalam jangka waktu dua tahun sejak diputuskan pada tanggal 25 November 2021. Rumusan masalah dalam penelitian ini terkait bagaimana mengantisipasi proyeksi resesi ekonomi global 2023 yang semakin dekat simultan dengan reformasi sektor regulasi termasuk UU Cipta Kerja pasca putusan Mahkamah Konstitusi. Penelitian ini mempergunakan metode penelitian yuridis normatif yang bersifat preskriptif analisis, lebih menekankan pada penelitian kepustakaan dengan metode pendekatan konseptual guna memberikan solusi dari permasalahan yang muncul. Hasil analisis dalam penelitian menyimpulkan bahwa keberadaan UU Cipta Kerja  menjadi salah satu unsur pendukung dari berbagai eleman yang dibutuhkan melalui sinegitas seluruh pemangku kepentingannya, bergerak maju secara harmonis untuk mengantisipasi dampak resesi ekonomi global bagi perekonomian Indonesia, dengan menerapkan konsep Blue Ocean Strategy yang diadopsikan dalam tindakan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia.

 

Kata kunci : Resesi, Cipta Kerja, Pemangku Kepentingan, Blue Ocean Strategy

Full Text:

PDF