Pengaruh Perubahan Paradigma Itikad Baik Dalam Hukum Keperdataan Belanda Terhadap Perancangan Pengaturan Hukum Keperdataan Indonesia

Muhammad Faisal

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pengaruh perubahan paradigma itikad baik dalam hukum keperdataan Belanda terhadap rancangan pengaturan hukum di bidang keperdataan di Indonesia. 77 tahun kemerdekaan Indonesia ternyata tidak dibarengi dengan kemandirian pengaturan hukum keperdataan nasional. Sampai dengan saat ini kitab undang-undang hukum perdata Indonesia masih menggunakan produk kolonial Belanda berupa Burgelijk Wetboek, bahkan Belanda sendiri sudah merombak total Burgelijk Wetboek mereka dengan versi yang lebih modern. Salah satu perubahan signifikan yang dilakukan Belanda adalah perubahan paradigma pengaturan itikad baik, dari pengaturan yang tidak definitif ke arah pengaturan yang lebih definitif untuk melindungi pihak yang beritikad baik. Perdebatan panjang para akademisi dan legislator dalam membentuk hukum keperdataan nasional tidak kunjung membuahkan sedang hukum yang ada sudah dianggap tidak mumpuni lagi. Oleh karena itu para pembuat undang-undang menggunakan jalan singkat dengan memasukan paradigma-paradigma yang lebih modern dalam rancangan perundang-undangan keperdataan yang ada. Artikel ini menggunakan metode yuridis normatif, data-data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif, menggunakan pendekatan perundang-undangan, perbandingan dan sejarah. Artikel ini akan memperlihatkan bahwa walau berdasarkan pengaturan yang tidak definitif, perancang undang-undang telah menggunakan paradigma itikad baik yang lebih modern sebagaimana yang dilakukan Belanda dalam Niuew Burgelijk Wetboek-nya.

Keywords

Perbandingan Hukum; Itikad Baik; Paradigma Hukum; RUU Hukum Keperdataan

Full Text:

PDF

References

Akkermans, Bram, et. al.. 2012. “Introduction: Essential Direction on using the Casebook.” Dalam Sjef van Erp dan Bram Akkermans, eds. Cases, Materials and Text on National, Supranational and International Property Law. Portland: Hart Publishing.

Akkermans, Bram, William Swadling dan Lars van Vliet. 2012. “Destruction.” Dalam Sjef van Erp dan Bram Akkermans. eds. Cases, Materials and Text on National, Supranational and International Property Law. Portland: Hart Publishing.

Cartwright, John. 2016. “Redelijkheid en Billijkheid: a View From English Law.” Dalam C.G. Breedveld-de Voogd, et.al., ed.. Core Concepts in the Dutch Civil Code: Continuously in Motion. Deventer: Wolter Kluwer.

Dainow, Joseph. 2007. “Civil Code Revision in The Netherlands: The Fifty Questions.” The American Journal of Comparative Law 5, no. 4.

Djamali, R. Abdoel. 2016. Pengantar Hukum Indonesia, cet. 21. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Elders, J.L.M. 1983. “Towards a System Equitable Standards in The New Dutch Civil Code.” Dalam T.M.C. Asser Instituut, Essays on International & Comparative Law: In Honour of Judge Erades, ed. 1. Hague: T.M.C. Asser Instituut.

Geijssels, Jan dan Mark van Hoecke. 2001. Wat is Rechtsteorie? diterjemahkan oleh B. Arif Sidharta, “Apakah Teori Hukum Itu?” dalam Seri Dasar-dasar Ilmu Hukum 3, Penerbitan Tidak Berkala No. 3. Bandung: Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan.

Hardjowahono, Bayu Seto. et. al. 2013. Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Hukum Kontrak. Jakarta: BPHN.

Hatta, Sri Gambir Melati. 2000. “Peranan Itikad Baik dalam Hukum Kontrak dan Perkembangannya, serta Implikasinya terhadap Hukum dan Keadilan.” makalah disampaikan pada Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Hesselink, Martijn W. 2004. “The Concept of Good Faith.” Dalam A.S Hartkamp, et.al., eds., Towards a European Civil Code: Third Fully Revised and Expanded Edition. London: Kluwer Law International.

Hijma, Jaap. 2010. “Background of and Trends in The New Civil Code of Netherlands.” Dalam Henk Sneijders dan Jaap Hijma. The New Netherlands Civil Code. Jakarta: National Legal Reform Program.

Hondius, E. H. 1982. “Recodification of The Law in Netherlands: The New Civil Code Experience.” Netherlands International Law Review 29, no. 3.

Ibrahim, Jhonny. 2007. Teori Dan Metode Penelitian Hukum Normatif, cet. 3. Malang: Bayumedia Publishing.

Kementrerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat Jendral Peraturan Perundang-undangan. 2019. Hasil Penyelarasan Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Hukum Acara Perdata. Jakarta: BPHN.

Kementrerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat Jendral Peraturan Perundang-undangan. 2019. Draf Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Hukum Pertanahan. Jakarta: BPHN.

Kementrerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat Jendral Peraturan Perundang-undangan. 2019. Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Jakarta: BPHN.

Maeijer, J.M.M. 1991. “de Goede Trouw of de Redeleijkheid en Billijkheid.” Tijdschrift voor Privaatrecht 28.

Meijer, Gerrit dan Sjoerd Meijer. 2002. “Influence of The Code Civil in the Netherlands.” European Journal of Law and Economics 14, no. 3.

Nasima, Imam. 2016. “Perlindungan Hukum Bagi Pembeli Beritikad Baik (Perbandingan Hukum).” Dalam Widodo Dwi Putro. et. al. Perlindungan Hukum bagi Pembeli yang Beritikad Baik dalam Sengketa Perdata Berobjek Tanah: Laporan Penelitian Penjelasan Hukum Pembeli Beritikad Baik. Jakarta : Lembaga Kajian & Advokasi Independensi Peradilan.

Pringsheim, Fritz. 1961. The Inner Relationship Between English Law and Roman Law, Heidelberg: Gesammelte Schriften.

Sauveplanne, J.G. 1965. “The Protection of the Bona Fide Purchaser of Corporeal Movables in Comparative Law.” The Rabel Journal of Comparative and International Private Law 29, no. 4.

Schelhaas, H.N. 2017. Redeleijkheid en Billijkheid: Monografieen Privaatrecht, A5. Deventer: Wolter Kluwer.

Solomons, Arthur dan Matthias Haentjens. 2017. Property and Trust Law in the Netherlands. Alphen aan den Rijn: Kluwer Law International BV.

Sulistiowati. et. al. 2013. Naskah Akademik Hukum Dagang. Jakarta: BPHN.

Wery, P.L. 1990. Perkembangan Hukum Tentang Itikad Baik di Nederland. Jakarta: Percetakan Negara.