EFEKTIFITAS PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA

bagus prasetyo

Abstract

Kekayaan cagar budaya bangsa Indonesia yang tersebar di seluruh nusantara diharapkan dapat mendorong tercapainya tujuan nasional. Sebagai hasil karya warisan budaya masa lalu, keberadaan cagar budaya perlu dilestarikan karena cagar budaya merupakan bagian integral dari kebudayaan secara menyeluruh. Untuk menjaga Cagar Budaya dari berbagai ancaman, diperlukan kebijakan untuk melaksanakan pengawasan pelestarian berdasarkan UU tentang Cagar Budaya karena hukum selain dikonsepsikan sebagai law as what it is in the books, hukum juga dikonsepsikan secara empiris sebagai law as what is (functioning) in society. Dari segi substansinya, hukum terlihat sebagai suatu kekuatan sosial yang nyata di dalam masyarakat dan empiris wujudnya, yang bekerja dengan hasil: efektif atau tidak efektif. Dengan demikian perlu dikaji bagaimana pelaksanaan pengawasan pelestarian cagar budaya berdasarkan UU tentang cagar budaya selama ini, apakah telah berjalan secara efektif atau tidak efektif untuk mengetahui efektifitas dari pelaksanaan pengaturan pengawasan pelestarian cagar budaya dalam UU Tentang Cagar Budaya. Bila dilihat dari belum lahirnya peraturan pelaksana dari UU tentang Cagar Budaya khususnya mengenai pengawasan pelestarian cagar budaya, minimnya penegak hukum khususnya arkeolog sebagai seseorang yang ahli dalam memahami cagar budaya, dan minimnya sarana prasarana berupa kendaraan atau peralatan operasional yang memadai sehingga pengawasan tidak dapat dilakukan secara maksimal maka dapat dikatakan UU tentang cagar budaya selama ini belum dapat berjalan secara efektif. Ditambah lagi dengan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan temuan berbagai benda yang diduga cagar budaya kepada pemerintah dan semakin berkurangnya kecintaan generasi penerus kita terhadap budaya lokal telah mengakibatkan sulitnya pengawasan pelestarian cagar budaya secara efektif.

 

Keywords

Efektifitas, Undang-Undang, Cagar Budaya.

Full Text:

PDF