PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE MELALUI PEMENUHAN RESTITUSI PADA KORBAN TINDAK PIDANA ANAK

Josefhin Mareta

Abstract

Restorative Justice merupakan reaksi yang bersifat victim-centered terhadap kejahatan yang memungkinkan korban, pelaku, keluarga dan masyarakat untuk memperhatikan kerugian akibat terjadinya tindak pidana. Restitusi menekankan pada adanya pemulihan kerugian bersifat material atau fisik dan psikologis terhadap korban tindak pidana anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan restorative justice melalui pemenuhan restitusi pada korban tindak pidana  anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengkaji data sekunder berupa dokumen, peraturan perundang-undangan, hasil penelitian dan buku-buku. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa penanganan perkara pidana anak melalui restorative justice akan terlaksana secara optimal apabila disertai peran dari aparat penegak hukum sehingga diperlukan pemahaman dan persepsi yang sama antar aparat penegak hukum dalam penyelesaian perkara tindak pidana anak, termasuk mengenai pemenuhan restitusi terhadap korban tindak pidana anak, yang mencakup tata cara permohonan hingga pemberian restitusi. Dalam memberikan kepastian hukum pemenuhan restitusi terhadap korban tindak pidana anak, perlu ditegaskan mengenai kewajiban pemberian restitusi dalam penerapan restorative justice sehingga tindak pidana anak yang menimbulkan kerugian dan penderitaan dapat dikenakan restitusi.

Keywords

Restorative Justice, Restitusi, Korban, Tindak Pidana Anak

Full Text:

PDF

References

Buku

Arief, Barda Nawawi. 1998, Beberapa Aspek Kebijakan Penegakan dan Pengembangan Hukum Pidana. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Badan Pembinaan Hukum Nasional. 2013. Penerapan Restorative Justice dalam Penyelesaian Tindak Pidana yang dilakukan oleh Anak-Anak. Jakarta: BPHN.

Barnes, Bruce E. 2007. Culture, Conflict, and Mediation in the Asian Pacific, Maryland: University Press of America.

Bynum, Jack E. dan William E. Thompson. 2002. Juvenile Delinquency a Sociological Approach, Boston: Allyn and Bacon.

D.S., Dewi dan Fatahilah A. Syukur. 2011. Mediasi Penal: Penerapan Restorative Justice di Pengadilan Anak Indonesia. Depok: Indie-Publishing.

Marlina. 2009. Peradilan Pidana Anak di Indonesia, Pengembangan Konsep Diversi dan Restorative Justice. Bandung: Refika Editama.

Marlina. 2010. Pengantar Konsep Diversi dan Restorative Justice dalam Hukum Pidana, Medan: USU Press.

Muladi dan Barda Nawawi Arief. 1984. Pidana dan Pemidanaan, Semarang: Badan Penyediaan Bahan Kuliah Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

Muladi. 2002. Hak Asasi Manusia, Politik dan Sistem Peradilan Pidana. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Muladi. 2005. Hak Asasi Manusia: Hakekat, Konsep dan Implikasinya dalam Perspektif Hukum dan Masyarakat. Bandung: Refika Aditama.

Reksodiputro, Mardjono. 2007. Kriminologi dan Sistem Peradilan Pidana. Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Lembaga Kriminologi Universitas Indonesia.

Shelden, Randall G. 1997. Detention Diversion Advocacy: An Evaluation. Washington DC: U.S. Department of Justice.

Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji. 2006. Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sudarto. 1986. Hukum dan Hukum Pidana. Bandung: Alumni.

Wahyudi, Setya. 2011. Implementasi Ide Diversi dalam Pembaharuan Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing.

Wijaya, Andika dan Dida Peace Ananta. 2016. Darurat Kejahatan Seksual. Jakarta: Sinar Grafika.

Zehr, Howard. 2002. The Little Book of Restorative Justice. Pennsylvania: Intercourse.

Jurnal

Marasabessy, Fauzy. 2015. Restitusi bagi Korban Tindak Pidana: Sebuah Tawaran Mekanisme Baru. Jurnal Hukum dan Pembangunan.Tahun ke-45 No.1.

Pangemanan, Jefferson B. 2015. Pertanggungjawaban Pidana Anak dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Jurnal Lex et Societatis.Vol. III No. 1.

Pradityo, Randy. 2016. Restorative Justice dalam Sistem Peradilan Pidana Anak. Jurnal Hukum dan Peradilan.Vol. 5 No. 3.

Ransun, Alvianto R.V. 2012. Mekanisme Pemberian Kompensasi dan Restitusi bagi Korban Tindak Pidana. Jurnal Lex Crimen.Vol.I No.1.

Slamet, Sri Redjeki. 2013. Tuntutan Ganti Rugi dalam Perbuatan Melawan Hukum: Suatu Perbandingan dengan Wanprestasi. Jurnal Lex Jurnalica.Vol. 10 No. 2.

Wijaya, Irawan Adi. 2018. Pemberian Restitusi sebagai Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana. Jurnal Hukum Dan Pembangunan Ekonomi.Vol.6 No.2.

Internet

Sofian, Ahmad. 2018. Upaya Paksa Pidana Restitusi dan Pengaturannya di Masa Depan. http://business-law.binus.ac.id/2018/05/31/upaya-paksa-pidana-restitusi-dan-pengaturannya-di-masa-depan/ (diakses tgl 3 November 2018).

Tengens, Jecky. 2011. Pendekatan Restorative Justice dalam Sistem Pidana Indonesia. https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4e25360a422c2/pendekatan-irestorative-justice-i-dalam-sistem-pidana-indonesia-broleh--jecky-tengens--sh- (diakses tgl 1 November 2018).

Peraturan Perudang-Undangan

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan kepada Saksi dan Korban

Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Restitusi Bagi Anak yang Menjadi Korban Tindak Pidana